Rabu, 25 Juli 2018 12:07 WITA

Banyak Kejanggalan Saat Lawan PSMS, PSM Bakal Protes Berlapis ke PSSI

Penulis: Wahyu Susanto S
Editor: Aswad Syam
Banyak Kejanggalan Saat Lawan PSMS, PSM Bakal Protes Berlapis ke PSSI
Andi Widya Syadzwina

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Manajemen PSM Makassar bakal memprotes keras beberapa kejanggalan yang terjadi saat berhadapan dengan PSMS Medan di Stadion Teladan Medan, Senin (23/7/2018) lalu. 

Olehnya, manajemen PSM akan segera mengajukan protes berlapis kepada PSSI, atas sejumlah kejanggalan yang dimaksud saat melawan PSMS Medan. 

Sekertaris PSM, Andi Widya Syadzwina menjelaskan, ada beberapa masalah yang akan dipaparkan dalam surat. Di antaranya terkait kinerja wasit yang memimpin pertandingan, Mustofa Umarella yang tak sesuai dengan fair play.

Sebab pada laga kedua tim, terdapat sejumlah kesalahan namun tak digubris oleh Mustofa. "Utamanya kinerja wasit, seperti laser yang mengarah ke pemain PSM (Syaiful). Fatalnya saat bersiap menghadapi penalti Ronaldo Lobo (Pemain PSMS) laser diarahkan tepat di wajah Syaiful, tapi tak ada tindakan," tegas Andi Widya Syadzwina saat dikonfirmasi, Rabu (25/7/2018).

Selain itu, penyalaan flare dan smock bom yang ditembakkan berkali-kali oleh oknum suporter PSMS Medan ke arah belakang gawang tuan rumah, juga akan disampaikan kepada PSSI. "Dan akhirnya, asapnya masuk ke lapangan hingga mengganggu pemain PSM saat menyerang ke PSMS," paparnya.

Terakhir, kelalaian Panpel PSMS Medan yang memberikan bus rusak kepada pihak PSM. "Bus yang kami gunakan di Medan dari Panpel PSMS. Tapi bus PSM tali gasnya rusak dalam perjalanan pulang ke hotel. Akhirnya bus berhenti untuk diperbaiki dulu. Karena kalau jalan terus bisa membahayakan orang yang ada di dalamnya," ungkap Wina sapaan akrabnya.

Rencananya, semua protes yang dilayangkan bakal disampaikan hari ini, Rabu (25/7/2018). Kelengkapan berkas dan bukti-bukti semisal rekaman video, pun telah disertakan pihak manajemen PSM.

"Surat dan semua bukti video sudah lengkap. Kita kirim hari ini. Paling lambat siang. Tadinya mau kirim kemarin, tapi kemarin kami baru sampai di Makassar karena perjalanan pulang sempit sehari. Jadi baru diselesaikan hari semuanya," pungkasnya.