Selasa, 24 Juli 2018 21:07 WITA

Bruce Djite, Striker Terburuk PSM Era Robert Alberts

Penulis: Wahyu Susanto S
Editor: Nur Hidayat Said
Bruce Djite, Striker Terburuk PSM Era Robert Alberts
Bruce Djite (kiri).

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Alih-alih menjadi tumpuan di lini depan PSM Makassar, Bruce Jose Djite nyatanya belum juga tampil maksimal hingga pekan ke-17 Liga 1 2018.

Bisa melihat ke belakang, cap striker terburuk yang diboyong Robert Alberts ke PSM, bisa saja melekat kepada pemain berpaspor Australia itu.

Bagaimana tidak, berkaca pada striker pilihan Robert yang didaratkan di tim berjuluk Juku Eja ini, hanya Bruce yang belum maksimal. 

Tengoklah saat TSC 2016 lalu, ketika Robert Alberts didatangkan manajemen PSM, sekaligus membawa empat pemain asing, Willem Jan Pluim, Kwon Jun, Ronald Hikspord, dan striker Luiz Ricardo dos Santos.

Tak butuh waktu lama bagi Luiz untuk membuktikan diri di hadapan publik Makassar, bahkan pencinta sepak bola tanah air. Menjalani debut pada pekan ke-18 TSC 2016 saat PSM dijamu Persela Lamongan, dua gol mampu dilesatkan Luiz meski hasil kedua tim berakhir imbang 2-2.

Tak hanya itu, menjamu Semen Padang pada pekan ke-19, Luiz kembali menjadi pemain pertama yang mencetak gol pada laga yang berakhir 3-2 untuk PSM. Sayangnya, Luiz akhirnya cedera saat PSM menjamu Perseru Serui. Akan tetapi, satu gol sukses dicetak Luiz sebelum ditarik keluar.

Sempat absen beberapa pekan akibat cedera, Luiz lantas tak menunjukkan performa apiknya seperti empat gol yang ia cetak di awal kebersamaannya dengan PSM. 

Namun setelah itu, Luiz menambah tiga gol dan menyudahi berseragam PSM dengan total 7 gol.

Selanjutnya giliran Reinaldo Elias da Costa yang didatangkan manajemen PSM pada Liga 1 2017 lalu. Pencapaian pemain berpaspor Australia itu sebenarnya cukup oke.

Loading...

Bersama PSM, 9 gol mampu dihasilkan Reinaldo. Meski begitu, nyatanya Reinaldo tak bisa terhindar dari kritikan pedas lantaran penampilannya yang dinilai tidak tajam. Alhasil, ia hengkang dari PSM pada putaran kedua liga dan menuju Persija Jakarta.

Terakhir adalah Pavel Purishkin yang dibawa Robert ke PSM. Hanya butuh setengah musim saja, pemain asal Uzbekistan itu sukses mencetak empat gol. Sayangnya, nasib Pavel tak lama bersama PSM dan dilepas manajemen PSM di pramusim lalu.

Dari tiga striker yang dipilih Robert, Luiz, Reinaldo dan Pavel, jelas sudah kelihatan bagaimana kapasitas mereka. Sementara bila dibandingkan dengan Bruce, tak ada satupun gol yang bisa dihasilkan meski telah bermain dalam beberapa laga.

Namun, Robert masih saja memaklumi Bruce lantaran ia baru saja sembuh dari cedera betis sejak pramusim. "Sebenarnya dia (Bruce) pemain yang bagus. Karena cedera, performanya menurun. Memang ini sangat disayangkan tapi saya yakin dia butuh waktu untuk kembali," ungkap Robert Alberts, beberapa waktu lalu.

Bruce pun sepertinya masih akan dipertahankan manajemen PSM hingga putaran kedua Liga 1 2018. CEO PT PSM, Munafri Arifuddin, telah memberikan sinyal itu.

"Bruce ini pemain bola yang kita kasih datang. Dia bukan pemain tenis, dia pemain bola yang punya pengalaman sepak bola punya CV yang tidak jelek," ungkapnya.

"Sehingga mungkin dalam situasi seperti ini, masih mencari ritme. Karena tidak semua di tahun pertama langsung bagus. Saya yakin dia pemain bola, dan bukan pemain tenis. Saya yakin dia datang bukan untuk liburan, holiday. Dan datang untuk membantu PSM mencapai tujuan dan mimpinya. Dan mudah-mudahan setelah ini dia jauh lebih baik. Saya sepakat dengan adanya kritikan, tapi untuk membangun," demikian Munafri Arifuddin.

Loading...
Loading...