Selasa, 24 Juli 2018 18:44 WITA

Agen Ozil Sebut Presiden Bayern Muenchen Bodoh

Editor: Nur Hidayat Said
Agen Ozil Sebut Presiden Bayern Muenchen Bodoh
Mesut Ozil. (Sumber Foto: Goal).

RAKYATKU.COM, BERLIN - Pembahasan pengunduran diri Mesut Ozil dari tim nasional Jerman belum usai. Teranyar, sang agen pemain, Dr Erkut Sogut, mengkritik Presiden Bayern Muenchen, Uli Hoeness, dan menyebutnya sebagai sosok yang bodoh.

Ozil memutuskan pensiun dari timnas Jerman karena merasa didiskriminasi Federasi Sepak Bola Jerman (DFB) atas pertemuannya dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada Mei lalu.

Keputusan mundurnya Ozil pun mendapat respons dari Hoeness. 
Ia senang dengan keputusan pemain Arsenal itu. Tak lupa ia juga melontarkan kata-kata pedas.

"Saya bersyukur hal yang menakutkan ini sudah berakhir. Dia telah bermain sangat buruk selama bertahun-tahun," ujar Hoeness kepada Sport Bild.

"Dia terakhir kali memenangkan tekel sebelum Piala Dunia 2014. Dan sekarang dia dan performanya yang jelek sembunyi di balik foto (dengan Erdogan) ini."

Hoeness juga sesumbar Bayern Muenchen selalu dengan mudah mengantisipasi pergerakan Ozil setiap kali bertemu Arsenal. Ia pun yakin Ozil memang sudah tidak sepantasnya lagi berseragam Die Panzer.

"Setiap kali bermain menghadapi Arsenal, kami bermain di sekitarnya karena kami tahu itulah kelemahannya. 35 juta followers-nya, yang tidak nyata, menganggapnya bermain baik tiap kali melakukan umpan silang," tambahnya.

"Perkembangannya di negara kami adalah malapetaka. Dan, dari sudut pandang olahraga, Ozil tidak memiliki tempat dalam timnas untuk selama bertahun-tahun," pungkasnya.

Sogut tak tinggal diam mendengar komentar Hoeness. Menurutnya, komentar Hoeness tak tepat sasaran. Alih-alih menanggapi persoalan rasial, malah menyerang penampilan Ozil di lapangan.

"Komentar dari Tuan Hoeness benar-benar tidak tepat sasaran, karena hal itu tidak ada hubungannya dengan sepak bola. Dia mencoba mengalihkan perhatian dari masalah sebenarnya, isu rasialisme dan diskriminasi di Jerman, yang sekali lagi bangkit dalam masyarakat Jerman sehari-harinya," kata Sogut dikutip Metro.

"Seperti yang dikatakan Mesut di pernyataannya, dia menerima kritik yang wajar dan adil dari sisi sepak bolanya, dan menghadapi hal itu sebagai bagian dari pekerjaannya." 

"Namun, Tuan Hoeness bahkan tidak dapat menyajikan bukti nyata untuk mendukung pernyataan bodohnya yang sungguh dibesar-besarkan."