Selasa, 17 Juli 2018 20:19 WITA

Presiden Kroasia Peluk Pemain Terlalu Erat dan Lama, TV Iran Hentikan Siaran Langsung

Editor: Abu Asyraf
Presiden Kroasia Peluk Pemain Terlalu Erat dan Lama, TV Iran Hentikan Siaran Langsung
Presiden Kroasia Kolinda Grabar-Kitarovic memeluk erat pemain Prancis Mbappe. (FOTO-FOTO: AFP)

RAKYATKU.COM - Laga final Piala Dunia antara Prancis lawan Kroasia, Minggu (15/7/2018) masih menyisakan cerita menarik. Salah satunya tentang pelukan erat Presiden Kroasia Kolinda Grabar-Kitarovic kepada pemain kedua kesebelasan.

Presiden Kroasia Peluk Pemain Terlalu Erat dan Lama, TV Iran Hentikan Siaran Langsung

Dalam sejumlah foto, Kitarovic tampak memeluk erat seluruh pemain Kroasia dan Prancis pada sesi pengalungan medali. Kepada beberapa pemain, presiden wanita itu memeluk erat dan cukup lama. Bukan hanya pemainnya, pelukan serupa dilakukan terhadap pemain Prancis.

Presiden Kroasia Peluk Pemain Terlalu Erat dan Lama, TV Iran Hentikan Siaran Langsung

Adegan itu membuat panik sejumlah stasiun televisi Iran saat menggelar siaran langsung babak final Piala Dunia. Kantor berita ISNA mengabarkan, berbagai komentar bernada miring di situs berita Aine News terkait  siaran seremoni penyerahan medali dan piala itu.

Presiden Kroasia Peluk Pemain Terlalu Erat dan Lama, TV Iran Hentikan Siaran Langsung

Loading...

"Setelah Perancis memenangkan Piala Dunia, prosesi penyerahan medali dimulai dan presiden Rusia, Perancis, dan Kroasia bersama para petinggi FIFA berdiri berdampingan," demikian Aine News. 

"Semua berjalan lancar dan tidak ada masalah dalam siaran langsung itu, tetapi tindakan presiden Kroasia membuat para petinggi stasiun televisi di Iran khawatir," tambah Aine News. 

Presiden Kroasia Peluk Pemain Terlalu Erat dan Lama, TV Iran Hentikan Siaran Langsung

"Masalah dimulai ketika presdien Kroasia memeluk pemain tim nasionalnya dalam waktu cukup lama. Hal ini membuat televisi Iran menghentikan siaran langsung untuk sementara. Siaran berlanjut usai ritual berpelukan selesai," tambah situs berita itu.

Loading...
Loading...