Kamis, 14 Juni 2018 10:42 WITA

Analisis Grup C Piala Dunia 2018: Prancis Dikepung Tiga Kekuatan Sepadan

Penulis: Rizal
Editor: Nur Hidayat Said
Analisis Grup C Piala Dunia 2018: Prancis Dikepung Tiga Kekuatan Sepadan
Tim nasional Prancis. (Sumber Foto: Mirror)

RAKYATKU.COM, MOSKOW - Grup C Piala Dunia 2018 diprediksi akan mempertontonkan pertarungan sengit. Bukan pertarungan untuk merebut status juara grup, sebagian besar kalangan justru memprediksi pertarungan sengit tersebut akan terjadi dalam memperebutkan siapa pendamping Prancis melaju dari fase grup.

Tiga tim dengan kekuatan sepadan masing-masing Denmark, Peru, dan Australia memiliki kekuatan yang nyaris seimbang. Dengan demikian, ketiganya dianggap memiliki peluang yang sama besar.

Prancis datang ke Rusia dengan dominasi pemain-pemain muda bertalenta. Pemain muda ini dipadukan dengan beberapa pemain berpengalaman. Pelatih Prancis, Didier Deschamps, membawa sejumlah talenta yang berpotensi menjadi bintang di Rusia. Prancis punya pemain-pemain berkualitas di setiap lini. Mulai dari Raphael Varane, Paul Pogba, Antoine Griezmann, Kylian Mbappe.

Jejak rekam Les Bleus dalam sejumlah turnamen belakangan ini memang bisa dibilang kurang mentereng. Kalah adu penalti melawan Italia di final Piala Dunia 2006, kalah melawan Jerman di perempat final Piala Dunia 2014, serta tak mampu mengatasi besarnya tekanan sebagai tuan rumah dan favorit di final Piala Eropa2016 melawan Portugal. Dengan demikian, Piala Dunia 2018 disebut-sebut akan menjadi pembuktian generasi emas yang dimiliki Prancis saat ini.

Sementara itu, meski lolos ke Piala Dunia empat edisi secara beruntun sejak Jerman 2006, Australia harus memainkan total 22 pertandingan di babak kualifikasi Piala Dunia 2018. Salah satunya termasuk babak play-off melawan Suriah di putaran empat AFC dan melawan Honduras di play-off zona CONCACAF-AFC.

Pasca lolos, isu keretakan internal Socceroos menyeruak kepermukaan. Pelatih Ange Postecoglou mengundurkan diri dan selanjutnya digantikan oleh Bert van Marwijk. Banyak pihak memprediksi, pergantian pelatih ini bisa berpengaruh terhadap sepak terjang Australia di Rusia nantinya.

Setali tiga uang dengan Australia, Peru pun melangkah ke Rusia setelah menjalani babak play off. Peru mengalahkan Selandia Baru dengan agregat 2-0 di Inter-confederation play-off.

Dalam skuat Peru, tak ada pemain yang berlabel bintang. Mereka hanya membawa pemain-pemain yang berbasis di liga Meksiko, di antaranya kiper Pedro Gallese, bek Luis Advincula, gelandang Pedro Aquino, serta striker Raul Ruidiaz.

Bagaimana dengan Denmark? Tim ini bisa disebut sebagai salah satu tim yang dihindari oleh para kontestan dalam drawing Piala Dunia 2018. Tim berjuluk Dinamit ini merupakan salah satu tim dengan perkembangan paling pesat di Eropa.

Bukan rahasia umum, Denmark adalah tim yang sulit dikalahkan. Dua kemenangan mengesankan mereka raih saat babak kualifikasi, yakni mengandaskan Polandia dengan skor telak 4-0 serta menghempaskan perlawanan Republik Irlandia dengan skor 5-1.

Adalah Christian Eriksen yang dianggap akan menjadi pemain kunci Denmark pada ajang sepak bola terbesar dunia ini. Playmaker milik Tottenham Hotspurs ini dikenal punya permainan impresif serta mampu merancang assist dan juga mencetak gol.

Untuk Grup C, Prancis tetaplah favorit utama untuk menjadi juara grup dan melenggang ke babak 16 besar. Pendampingnya diprediksi adalah Denmark yang memiliki keunggulan dari segi tradisi, performa, dan kedalaman skuat. Hanya saja, kebangkitan Peru dan Australia juga tak bisa dipandang sebelah mata.