Minggu, 10 Juni 2018 13:52 WITA

Masalah Finansial Timnas Australia, Ingatkan pada PSM Makassar

Editor: Nur Hidayat Said
Masalah Finansial Timnas Australia, Ingatkan pada PSM Makassar
Pelatih tim nasional Australia, Bert van Marwijk. (Sumber Foto: Tenplay)

RAKYATKU.COM, CANBERRA - Pelatih tim nasional Australia, Bert van Marwijk, mesti menggaji asistennya memakai uang pribadi karena Federasi Sepakbola Australia (FFA) tak memiliki dana untuk membayar mereka.

Eks pelatih tim nasional Belanda tersebut menerima pekerjaan sebagai pelatih Australia dalam waktu singkat hingga Piala Dunia 2018 usai. Ia ditunjuk sejak Januari 2018 dengan bayaran 571 ribu euro atau sekitar Rp10 miliar.

Dengan waktu persiapan yang mepet, sang pelatih mengaku kesulitan bekerja dengan orang-orang baru. Akhirnya, ia memutuskan membawa delapan orang asistennya. Namun sayang, FFA tak bersedia menggaji seluruh asisten. Alasannya, dana tak cukup.

Tak kehabisan akal, pelatih yang mengantarkan Belanda ke final Piala Dunia 2010 itu merogoh kocek sendiri untuk menggaji asistennya. 

"Saya butuh mereka karena mereka tahu bagaimana saya bekerja. Mereka tahu apa yang saya mau dan bagaimana saya bermain. Saya tak mau ada masalah komunikasi," ujar Bert van Marwijk dikutip The Sun dari Channel News Asia.

Dari delapan asistennya, ada empat asisten pelatih, dua video analis, dan dua pemandu bakat. Empat nama yang menjadi tangan kanannya yakni Mark van Bommel, Roel Coumans, Jurgen Dirkx, dan Taco van den Velde.

Masalah Finansial Timnas Australia, Ingatkan pada PSM MakassarPeter Segrt. (Sumber Foto: Bola.net)

Hal ini mengingatkan PSM Makassar di masa lalu. Kala Pasukan Ramang masih ditangani Petar Segrt. Pada 2012 lalu, pelatih berkumis tebal itu rela merogoh kocek pribadinya untuk menutupi keterlambatan gaji pemain dan ofisial PSM.

Langkah murah hati Petar ini dilakukan untuk menyulut semangat skuatnya yang tengah melakoni kompetisi liga di tanah air. Petar kala itu menalangi sementara sebagian dari gaji 29 pemain PSM.